Medan, TOPINFORMASI.COM– Kelompok pemuda-pemudi bernama SANGBADAI, yang merupakan generasi ketiga dari kompleks Rumah Perbengkelan Kereta Api (PJKA) atau Pulo Brayan Bengkel, Kota Medan, Sumatera Utara, menyatakan komitmennya untuk kembali melahirkan pesepak bola bertalenta yang mampu bersaing di kancah nasional. Wilayah ini dikenal sebagai "Kampung Legenda Bola" karena telah melahirkan banyak pemain handal di masa kejayaan PSMS Medan pada era 80-an dan 90-an.
Pulo Brayan Bengkel memiliki sejarah panjang dalam dunia sepak bola Indonesia, dengan nama-nama legendaris seperti Mamek Sugiono, Nobon, Poneren Meka, Sutiyono, dan Sawali yang berasal dari daerah ini. Wilayah ini tidak hanya kaya akan sejarah sepak bola, tetapi juga menyimpan banyak situs bersejarah seperti benteng dan bunker Belanda, serta menjadi saksi pertempuran sengit merebut kemerdekaan, dengan ribuan pejuang gugur, termasuk di sekitar Jawatan (stasiun) Perkeretaapian.
SANGBADAI, yang dibentuk tiga tahun lalu, didukung penuh oleh tokoh masyarakat dan mantan pemain bola legendaris. Diketuai oleh Muhammad Rasyid, S.T., dengan M. Soleh sebagai Sekretaris dan Samsidar sebagai Bendahara, serta didukung oleh Kompol (Purn) Adi Suwidnyo, S.H. dan para legenda bola seperti Mamek Sugiono, Nobon, dan Adek Posgiro, SANGBADAI bertekad mengembalikan kejayaan sepak bola dari Pulo Brayan Bengkel.
Muhammad Rasyid, S.T. mengungkapkan, "Walau baru tiga tahun SANGBADAI dibentuk, kekompakan dan persahabatan kami dari tahun 1980 tetap terjaga. Apalagi saat ini kami bertemu kembali di ulang tahun ke-3 dan pesertanya bertambah, khususnya masyarakat generasi ketiga dari Perumahan Bengkel Kereta Api ini. Hingga kami berniat akan mengulas kembali masa-masa kejayaan PSMS dan PSSI yang pemainnya banyak lahir dari Rumah Perbengkelan Kereta Api Pulo Brayan Bengkel, Kota Medan."
Ia menambahkan harapannya agar pemerintah Kota Medan dan Perbengkelan Kereta Api Sumatera Utara memberikan dukungan penuh. "Harapan kami ini bisa kami lakukan atas dukungan Pemerintah Kota Medan dan Perbengkelan Kereta Api Sumatera Utara, bahwa kami masih ada dan akan kembali melahirkan pemain sepak bola yang bertalenta," jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kompol (Purn) Adi Suwidnyo, S.H., salah seorang tokoh masyarakat dan mantan pemain PSMS Medan, menegaskan kesiapan mereka. "Kami siap menjadi pembina dan pembimbing bola di Pulo Brayan Bengkel. Ada dua lapangan bola yang bisa kita jadikan pusat pelatihan anak-anak daerah kami, tinggal menunggu dukungan dari sponsor seperti yang pernah bekerja sama, seperti Industri dan PJKA, serta Dusini Putra.
Putra dan putri generasi penerus yang tergabung di SANGBADAI siap melakukannya, berkomitmen membawa kembali kejayaan dalam persepak bolaan nasional," tegasnya.(tim)
from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/yoC0Nx9
Berita Viral
No comments:
Post a Comment