February 08, 2026

Sekjen ATR/BPN Pastikan Perencanaan Anggaran Tahun 2026 Matang Sejak Awal


TOPINFORMASI.COM
​Jakarta - Realisasi anggaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencapai 95,73% pada tahun 2025. Guna menjaga agar realisasi anggaran di tahun ini tetap stabil, Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, mengimbau jajaran, baik di pusat maupun daerah untuk menyiapkan perencanaan matang, yang dimulai dengan Rapat Evaluasi Kinerja dan Program Tahun 2025 serta Evaluasi Rencana Aksi Triwulan I Tahun 2026, Rabu (04/02/2026).

“Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa anggaran yang telah kita terima benar-benar digunakan secara tepat sasaran, efisien, memberikan manfaat, serta menghasilkan dampak yang nyata untuk masyarakat. Anggaran yang diterima pada 2026 harus mengalir secara langsung pada pencapaian sasaran kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan,” ujar Sekjen ATR/BPN di Ruang Rapat 401, Kementerian ATR/BPN, Jakarta.

Dalu Agung Darmawan mengingatkan, rapat ini harus dimanfaatkan untuk menguatkan akuntabilitas kinerja dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, capaian realisasi anggaran tersebut mencerminkan komitmen dan kerja sama yang baik seluruh jajaran, serta menunjukkan koordinasi yang semakin solid dalam pelaksanaan program kementerian.

Perencanaan anggaran yang terstruktur perlu disiapkan secara matang sejak awal tahun 2026. Di antaranya dengan menetapkan target kinerja yang realistis, menyusun jadwal pelaksanaan yang jelas, serta menyiapkan dokumen pendukung. "Dengan begitu, masing-masing satuan kerja (Satker) memiliki proyeksi capaian triwulanan sebagai alat pengendalian pelaksanaan program,” jelas Dalu Agung Darmawan.

Sekjen ATR/BPN juga menyoroti pentingnya penguatan koordinasi antara Kementerian ATR/BPN pusat dengan jajaran di Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi dan Kantor Pertanahan (Kantah) untuk memastikan rencana dan hasil berjalan selaras. Ia berharap, tahun 2026 dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola kinerja dan anggaran di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Dalam rapat evaluasi, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Andi Tenri Abeng, menjelaskan bahwa capaian kinerja tahun 2025 menunjukkan hasil yang positif, meskipun pelaksanaannya sempat dihadapkan keterbatasan waktu akibat penyesuaian anggaran di pertengahan tahun. “Ke depan, kami sebagai evaluator, dari Biro Perencanaan bersama Inspektorat Wilayah dan direktorat terkait akan mengoordinasikan proses evaluasi ini. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan agar target tahun 2026 dapat tercapai sekaligus meningkatkan capaian kinerja yang telah diraih pada tahun 2025,” ujarnya.

Rapat Evaluasi Kinerja dan Program Tahun 2025 serta Evaluasi Rencana Aksi Triwulan I Tahun 2026 dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 04-06 Februari 2026. Pada pertemuan ini, seluruh Kepala Kanwil BPN Provinsi beserta jajarannya akan memaparkan laporan hasil kegiatan pada tahun 2025 dan menyampaikan rencana aksi untuk tahun 2026.

Rapat ini dihadiri oleh Inspektur Jenderal ATR/BPN, Pudji Prasetijanto Hadi; sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN, baik yang mengikuti secara luring maupun daring; serta seluruh Kepala Kanwil BPN Provinsi beserta jajaran. (SG/RT)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional

X: x.com/kem_atrbpn
Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/
Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN
Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN
TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn
Situs: atrbpn.go.id
PPID: ppid.atrbpn.go.id
WhatsApp Pengaduan: 0811-1068-0000


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/yBdTu6O
Berita Viral
| February 08, 2026 |

February 07, 2026

PWRI Pusat dan Sumut Salurkan 2,4 Ton Beras dan Pakaian, untuk Korban Banjir Bandang di Lima Kabupaten/Kota Sumut


TOPINFORMASI.COM
MEDAN – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Pusat bersama PWRI Provinsi Sumatera Utara menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak musibah banjir bandang di lima kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. 

Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada Jumat, dan Sabtu 6-7 Februari 2026, dengan menyalurkan bantuan langsung ke sejumlah posko pengungsian.

Aksi sosial bertajuk PWRI Peduli Korban Banjir Bandang ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral organisasi yang beranggotakan para purna bakti aparatur sipil negara (ASN). Bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 2, 4 ton serta pakaian layak pakai sebanyak 24 kardus, yang diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir bandang.

Ketua PWRI Provinsi Sumatera Utara, H. Hasban Ritonga, SH, yang juga mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, turun langsung ke lokasi bersama jajaran pengurus, diantaranya Drs. H. Hamzah AR
Wakil Sekretaris A.Sofian Rangkuti
Bendahara M.Rusli, SE, Ketua Bidang Sosial Ir. Muhammad Ilyas, Ketua Bidang Koperasi dan UMKM PWRI Sumut, Amran Matondang, SH, MH yang juga mantan sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu.

Kegiatan PWRI Sumut yang peduli terhadap korban banjir bandang, mendapat apresiasi oleh Tim kordinator lapangan PMI Sumatera Utara Ade Yudiansyah, serta Nelwan Harahap Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Pusat.

Dalam keterangannya, Hasban Ritonga menyampaikan bahwa PWRI memiliki tanggung jawab sosial dan moral untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama saat terjadi musibah yang menimbulkan penderitaan luas.

“PWRI sebagai organisasi para purna bakti ASN merasa terpanggil untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang. Musibah ini tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga mengganggu perekonomian warga, bahkan menelan korban jiwa. Karena itu, PWRI hadir untuk berbagi dan meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Hasban.

Ia menegaskan, bantuan yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan besarnya kerugian yang dialami warga, namun diharapkan dapat membantu kebutuhan dasar para korban di masa tanggap darurat.

Bantuan PWRI Pusat dan PWRI Sumut tersebut disalurkan langsung ke sejumlah posko pengungsian di lima kabupaten/kota terdampak banjir bandang, termasuk di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, serta Kecamatan Tuka Tapanuli Tengah yang merupakan salah satu wilayah dengan dampak cukup parah.

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Al-Ikhsan, Ali Sutan Pasaribu, yang juga tokoh masyarakat di Kelurahan Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PWRI Pusat dan PWRI Sumut atas bantuan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PWRI Pusat dan PWRI Sumatera Utara atas bantuan beras dan pakaian untuk masyarakat kami, khususnya warga Kecamatan Batang Toru. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang saat ini masih berjuang memulihkan kondisi pascabanjir bandang,” ucap Ali Sutan Pasaribu.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Ibu Simarmata, pengelola posko pengungsian yang berada di Gereja HKBP Kecamatan Batang Toru. Ia mengapresiasi kepedulian PWRI yang telah hadir langsung dan memberikan bantuan kepada para pengungsi tanpa membedakan latar belakang.

“Terima kasih kepada Bapak-bapak dari PWRI Pusat dan PWRI Sumatera Utara atas bantuan dan perhatiannya. Semoga seluruh pengurus PWRI yang telah membantu diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam perjalanan kembali ke Medan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PWRI berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus terjaga, serta mampu menjadi contoh bagi berbagai elemen masyarakat untuk saling membantu dalam menghadapi musibah, khususnya bencana alam yang melanda wilayah Sumatera Utara. (Syahdan/Red)


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/VpOgvZL
Berita Viral
| February 07, 2026 |

Kerusuhan Nyaris Bentrok di Desa Padang Sari, Asahan: Karyawan PT BSP Diadang Ahli Waris Marga Manurung,Manager PT BSP Akui Membawa Ormas Dan Polisi


TOPINFORMASI.COM
Asahan, Sabtu (7/2) – Kerusuhan yang hampir memicu bentrokan terjadi di Desa Padang Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Asahan, antara puluhan karyawan PT BSP dan ahli waris Marga Manurung. Insiden ini terjadi saat karyawan perusahaan perkebunan tersebut hendak melakukan panen di lahan yang kini disengketakan. 

Kejadian tersebut melibatkan saling dorong dan adu argumentasi yang hampir berujung pada perkelahian, namun beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Saat dimintai keterangan oleh media, Raju, Area Manager PT BSP, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah membawa tim humas dari ormas Grib dan petugas kepolisian untuk melakukan pengawalan. "Kami membawa tim humas dan juga polisi ke lokasi untuk memastikan jalannya kegiatan panen. Kami tidak berniat membuat kerusuhan, namun kami perlu menjaga keamanan," ujarnya.

Raju juga menambahkan, "Jalan menuju area panen sempat diportal dan para pemanen diusir. Gaji mereka berkurang akibat kejadian ini, jadi kami mengawal untuk memastikan proses berjalan lancar."

Kerusuhan Terkait Sengketa Tanah
Kerusuhan ini berakar dari sengketa tanah yang melibatkan PT BSP dan masyarakat setempat, khususnya ahli waris Marga Manurung. Menurut informasi yang diperoleh, Kementerian ATR/BPN belum menyetujui perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT BSP, yang menjadi dasar klaim perusahaan atas lahan tersebut. 

Di sisi lain, masyarakat Desa Padang Sari, yang mengaku sebagai ahli waris tanah, berpegang pada Surat Keterangan Tanah (SKT) yang diterbitkan pada tahun 1934.
M. Manurung, salah satu ahli waris, menjelaskan bahwa lahan tersebut sudah dikuasai keluarga Manurung sejak tahun 1934, dan mereka berhak atas tanah tersebut berdasarkan SKT. "Kami mendirikan pondok di tanah ini, namun PT BSP datang dan merusaknya dengan membawa pasukan serta anjing pelacak," ungkap Manurung dengan kesal.

Sejak kejadian tersebut, pihak masyarakat yang diwakili oleh keluarga Manurung terus menegaskan bahwa lahan tersebut adalah milik keluarga mereka, sementara PT BSP mengklaim bahwa mereka memiliki HGU atas lahan tersebut, meskipun HGU yang mereka miliki diduga sudah tidak berlaku.

Perhatian Publik terhadap Pengawalan Gabungan

Pengawalan yang melibatkan gabungan tim dari PT BSP, ormas kepemudaan, dan polisi menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Banyak yang mempertanyakan apakah tindakan tersebut sesuai dengan hukum, mengingat sengketa ini belum ada penyelesaian jelas dari pihak yang berwenang.

Sementara itu, pihak PT BSP menyatakan bahwa mereka hanya menjalankan kewajiban mereka dalam melakukan panen di lahan yang mereka klaim sah milik perusahaan berdasarkan HGU yang mereka miliki. Namun, ketegangan yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa persoalan ini masih jauh dari penyelesaian.

Dengan peristiwa ini, publik semakin memperhatikan jalannya sengketa tanah antara PT BSP dan masyarakat Desa Padang Sari, yang tampaknya akan terus berlanjut hingga ada keputusan hukum yang jelas mengenai status lahan tersebut.

Editor: Abdul Meliala


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/zWng0bD
Berita Viral
| February 07, 2026 |

February 06, 2026

Sah, Jual nex Legal di THM Krypton Jalan Gajah Mada Medan, Warga Sebit Obat Enak Jenis Baru Kelas Premium Hanya Rp 350 Ribu

TOPINFORMASI.COM
Medan - Sah dapat sertifikat khusus dari lembaga lain dan tentunya legal penjualan narkotika jenis pil ekstasi atau inex di Krypton Eksekutif KTV Jalan Gajah Mada, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru. Pasalnya, penjualan inex enak dan obat jenis baru di TKP sangat masif dan bebas tanpa tersentuh pihak kepolisian dan penegak hukum lainnya yang ada di Sumut khususnya Kota Medan. 

"Kalau ada pun transaksi inex, ketamine dan heppy five itu diabaikan dan diam - diam saja terjadi di Krypton KTV Jalan Gajah Mada Medan, " ucap warga Medan J Yanto kepada wartawan di depan Mapolrestabes Jalan HM Said Medan, Jumat (6/2/2026). 

Kata dia, dibilang bebas kenyataannya memang begitu, sebab kawasan Tempat Hiburan Malam (THM) Krypton sudah mendapatkan sertifikat khusus jadi legal jualan inex jenis baru dan sudah melakukan koordinasi kepada penegak hukum di Medan. 

"Manajemen Krypton yang banyak uang dan pemilik dari salah satu anggota DPRD Medan itu, sudah mampu menyiapkan uang ratusan juta rupiah kepada penegak hukum yang ada di Medan setiap bulannya. Apalagi setingkat Polsek sudah pasti mendapatkan uang jutaan rupiah setiap bulan. Kalau setingkat Polres mana laku bahkan lebih yang diperoleh setingkat Polres. Jadi perputaran uang untuk jualan inex di Krypton, luar biasa setiap malam weekend bisa dapat untung ratusan juta rupiah, itu jualan narkotika belum lagi miras kelas premium. Pokoknya inex dan miras kelas premium atau anak kampung bilang grade A hanya ada dijual di Krypton Jalan Gajah Mada Medan, bang, " terangnya.  

Di Krypton Jalan Gajah Mada Medan, beli inex bagaikan kacang goreng gak ada sulitnya, waiters dan manajemen Krypton sudah pasti menawarkan inex premium yang digunakan untuk anak sultan. Seperti inex granat hijau dan helfi biru dipatok harga hanya Rp 350 ribu.

 "Gak ada habisnya inex jenis baru di Krypton yang kelas premium. Meski dirazia oleh tim gabungan Polda Sumut dan BNNP Sumut, inex kelas premium gak akan habis. Itu kalau dirazia dua pekan lamanya atau setiap malam razia baru habis dan miskin owner THM Krypton tersebut. Walaupun salah satu owner Krypton ada yang anggota DPRD Medan, pasti tak mampu memberikan subsidi. Kalau mampu tak masalah, Polda Sumut razia lagi, sebab pihak kepolisian paling senang untuk memiskinkan pengelola narkotika di Medan, " tuturnya. 

Padahal sebelumnya dari TKP yang digerebek itu ada 11 pengunjung yang diamankan petugas Polda Sumut positif narkoba, " ucap warga Medan J Yanto. 

Namun, setelah digerebek, manajemen Krypton tidak gentar ditindak lebih keras malahan menantang untuk ditutup. Soalnya untung menjual barang haram di THM tersebut keuntungannya cukup besar dari pengunjung. 

"1 butir inex seperti Granat Hijau maupun Helfi Biru dibandrol Rp 350 ribu. Sedangkan inex yang lain dihargai Rp 300 ribu, " tambahnya. 

Jenis inex baru yang harganya Rp 300 ribu yakni, Heineken, Labubu, Hello Kitty, Red Bull, Trisula, Helfi Dua Warna, Transformer, Rolex Ping, Rolex Kuning, Rolex Hijau, WA dan IG.

Selain itu, tidak goyah sedikitpun melihat manajemen Krypton membuka hiburan malam beroperasi 24 jam tanpa jeda dan melanggar aturan jam operasional dari Pemko Medan dan selalu bisa mengkondisikan semuanya. 

Apalagi berani menantang Polda Sumut, BNNP dan Polrestabes Medan, yang sangat mudah menindak dan menutup tempat hiburan malam yang ada buka 24 jam tanpa jeda tersebut. 

Karena itu, tambahnya, kalau ini juga dibiarkan terus - menerus, selalu warga tidak tinggal diam dan akan melakukan demo ke Polrestabes Medan. 
 "Krypton jangan dikasih kesempatan langsung besar kepala, menjual narkotika bebas. Kalau ini dibiarkan hancur generasi muda di Medan dan sekitarnya, " ujarnya.

Dia juga meminta setiap malam weekend, Polda Sumut melakukan razia malam di Krypton yang buka 24 jam tanpa jeda tersebut. Kata dia, kalau Polsek setempat yang melakukan razia ecek - ecek sudah diatur untuk koordinasi. 

"Polda Sumut yang ambil alih penggerebekannya pasti sangat terasa. Sedangkan untuk warga mendukung penuh untuk menindak segala macam peredaran gelap narkoba di Jalan Gajah Mada Medan tersebut, " terangnya. 

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak sangat komitmen dalam pemberantasan narkotika di tempat hiburan malam.

Sehubungan dengan itu, kalau tidak koperatif manajemen Krypton, siapkan saja sejumlah pasukan terlatih dan mobil patroli mutar -mutar di Jalan Gajah Mada Medan pasti banyak pengunjung balik kanan. 

"Kalau bisa satu mobil pemburu preman Polrestabes Medan parkir saja 100 meter dari Krypton pasti ramai pengunjung itu, " tandas J Yanto.  

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli Yusuf Nugraha ditanyai, mengenai maraknya peredaran pil ekstasi atau inex di Krypton masih enggan memberikan keterangan dan masih irit berbicara. 

Teks photo.
Krypton KTV Jalan Gajah Mada Medan, Jumat (6/2/2026).


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/IR0PQMe
Berita Viral
| February 06, 2026 |

Dhandy Laksono dan Benaya Harobu Soroti Isu Ketidakadilan Sosial dan Demokrasi


Medan. Topinformasi.com
Jurnalis investigatif sekaligus penulis Dhandy Laksono bersama Benaya Harobu hadir dalam kegiatan bedah buku berjudul Reset Indonesia di Serayu Cafe and Space, Jl. Sei Serayu, Medan, Kamis 5/2/2026.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi publik untuk membahas isu-isu sosial, demokrasi, dan keberpihakan pada kelompok rentan yang diangkat dalam buku tersebut.

Dalam pemaparannya, Dhandy Laksono menegaskan bahwa buku ini lahir dari kegelisahan atas berbagai persoalan struktural yang kerap luput dari perhatian publik. Ia menyampaikan bahwa penulisan buku tidak hanya bertujuan mendokumentasikan fakta, tetapi juga mengajak pembaca berpikir kritis terhadap realitas sosial dan politik yang terjadi di sekitar mereka.

“Buku ini mencoba merekam suara-suara yang sering dibungkam dan mengajak pembaca untuk tidak sekadar menjadi penonton,” ujar Dhandy.

Dhandy menegaskan, Reset Indonesia juga memberikan referensi sekaligus pencerahan bagi generasi muda.

“Melalui bedah buku ini, saya berharap masyarakat semakin berani bersikap kritis dan peduli terhadap isu keadilan sosial,” harapnya.

Sementara itu, Benaya Harobu, menjelaskan bahwa proses penulisan buku dilakukan melalui riset panjang dan pendekatan naratif agar isu-isu berat dapat dipahami secara lebih luas oleh masyarakat.

“Literasi kritis menjadi kunci untuk memperkuat partisipasi publik dalam demokrasi,” ucapnya.

Dalam paparannya, Benaya juga menyinggung ketidakadilan dalam dunia pendidikan. Bahkan Benaya sempat menangis saat menyinggung nasib siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang nekat mengakhiri hidup karena orang tuanya tak mampu membelikan buku tulis dan pulpen serta harus membayar uang sekolah sebesar Rp1,2 juta per tahun.

“Bagaimana saya tidak terpukul dengan peritiwa ini. Adik saya harus meregang nyawa akibat ketidakadilan dalam sistem pendidikan. Ini menjadi tamparan keras bagi kita yang mau berpikir jernih,” kecamnya.

Direktur Green Justice Indonesia (GJI), Panut Hadisiswoyo juga tidak kalah seru. Ia mengedepankan isu kerusakan lingkungan yang terus terjadi di sejumlah kawasan di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara, khususnya di kawasan Mandailing Natal (Madina).

“Tanpa keterlibatan masyarakat, kerusakan lingkunga tidak dapat kita hindar. Ekolagi hutan akan terus terancam, alih fungsi lahan terus terjadi dan masyarakat hanya akan menjadi korban bencana alam,” paparnya.

Sementara Direktur Utama Indata Komunika Cemerlang selaku penyelenggara kegiatan, Fika Rahma, menyebutkan bahwa diskusi bedah buku berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga aktivis.

“Sejumlah pertanyaan mengemuka terkait peran media, keberanian bersuara, serta tantangan dalam menyampaikan kebenaran di tengah tekanan kekuasaan,” sebut Fika.

Fika berharap ccara tersebut dapat mendorong ruang-ruang diskusi serupa di berbagai daerah. (Red)


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/NCv3k1K
Berita Viral
| February 06, 2026 |

Satgas Pangan Polda Sumut Bersama Bapanas RI Sidak Pusat Pasar Medan, Pastikan Stok dan Harga Bapokting Aman


TOPINFORMASI.COM
MEDAN – Satgas Pangan Polda Sumatera Utara bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Tim Saber Kota Medan, serta instansi terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok dan barang penting (bapokting), Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB hingga selesai, di Pusat Pasar Medan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Budi Prasetyo, SH., SIK., MH., M.Han, didampingi Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas RI Indra Wijayanto, Wapimwil Bulog Sumut Erwin Budiana, serta pimpinan Bulog Cabang Medan dan jajaran dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan.

Sidak dilakukan dengan menyasar langsung sejumlah toko sembako dan pedagang di Pusat Pasar Medan untuk memastikan harga dan ketersediaan komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, cabai, dan bawang tetap stabil serta sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dari hasil pengecekan di lapangan, harga beras SPHP terpantau berada di kisaran Rp15.400 per kilogram, sementara Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter. Untuk ketersediaan beras SPHP dan Minyakita, stok dinyatakan mencukupi dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Komoditas lain seperti gula, telur, cabai, dan bawang juga masih dijual sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain pengawasan harga, Tim Keamanan Pangan turut melakukan pengujian kualitas bahan pangan menggunakan mobil laboratorium keliling milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Sumatera Utara. Pengujian dilakukan terhadap daging sapi, daging ayam, tomat, dan cabai merah dengan parameter kandungan formalin dan residu pestisida. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan berbahaya pada seluruh komoditas yang diuji, sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

AKBP Budi Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin stabilitas harga, ketersediaan pangan, serta keamanan bahan pangan di pasaran. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

“Dari hasil pengecekan hari ini, tidak ditemukan pelanggaran harga maupun keamanan pangan. Namun, pemantauan akan terus dilakukan secara berkala agar masyarakat merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.

Ke depan, Satgas Pangan Polda Sumut bersama Dinas Ketahanan Pangan dan instansi terkait diharapkan terus melakukan pengawasan intensif guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bapokting, terutama menjelang momen-momen tertentu yang berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat.


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/w1k5iD8
Berita Viral
| February 06, 2026 |

PT. Sawit Abadi Sentosa Kenali Serahkan CSR Kepada Warga Desa Tanjung Gading


Batubara. Topinformasi.com

PT. Sawit Abadi Sentosa yang beroperasi di kawasan Tanjung Mulia, Desa Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, kembali menegaskan komitmennya terhadap masyarakat sekitar dengan menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 150 karung beras.

Bantuan ini diperuntukkan untuk periode Desember 2025 dan Januari 2026, yang diserahkan secara langsung kepada aparat desa pada Jumat 6/02/2026 dan akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
 
Sejak awal memulai aktivitas operasional, perusahaan yang dipimpin oleh Fahrizal tidak pernah menyia-nyiakan peran serta dan tanggung jawabnya terhadap komunitas lokal. Setiap bulan, bantuan beras diberikan secara konsisten – bukan karena adanya paksaan eksternal, melainkan sebagai bentuk pengakuan bahwa keberadaan pabrik memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari warga sekitar, sehingga perusahaan wajib memberikan kontribusi positif sebagai bentuk balasan atas penerimaan masyarakat."ujah Fahrizal.
 
"Kami tidak melihat ini sebagai kegiatan sosial semata. Ini adalah janji kami kepada masyarakat yang telah menerima keberadaan kami di wilayah ini. Kami berkomitmen untuk menjaga hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap langkah operasional perusahaan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan kehidupan bersama," tegas Fahrizal selaku owner PT. Sawit Abadi Sentosa.
 
Bagi warga Desa Tanjung Gading, kedatangan bantuan CSR ini bukanlah hal yang baru, namun selalu menjadi momen yang dinantikan karena memberikan dukungan nyata bagi kesejahteraan keluarga. 

Melalui program CSR yang terstruktur dan berkelanjutan ini, perusahaan ingin membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis tidak boleh berdiri sendiri, harus berdampingan dengan peningkatan kemakmuran masyarakat sekitarnya, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi rumah bersama bagi semua pihak.

Fahrizal juga mengungkapkan bahwa progam ini akan terus dilakukan PT. Sawit Abadi Sentosa. Dan program CSR ini akan berlanjut saat menyambut bulan suci Ramadhan tahun 2026 ini". Harapan kita program ini dapat terus berlanjut", ujarnya. (dr)


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/Lij8XUf
Berita Viral
| February 06, 2026 |
Back to Top