February 06, 2026

Sah, Jual nex Legal di THM Krypton Jalan Gajah Mada Medan, Warga Sebit Obat Enak Jenis Baru Kelas Premium Hanya Rp 350 Ribu

TOPINFORMASI.COM
Medan - Sah dapat sertifikat khusus dari lembaga lain dan tentunya legal penjualan narkotika jenis pil ekstasi atau inex di Krypton Eksekutif KTV Jalan Gajah Mada, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru. Pasalnya, penjualan inex enak dan obat jenis baru di TKP sangat masif dan bebas tanpa tersentuh pihak kepolisian dan penegak hukum lainnya yang ada di Sumut khususnya Kota Medan. 

"Kalau ada pun transaksi inex, ketamine dan heppy five itu diabaikan dan diam - diam saja terjadi di Krypton KTV Jalan Gajah Mada Medan, " ucap warga Medan J Yanto kepada wartawan di depan Mapolrestabes Jalan HM Said Medan, Jumat (6/2/2026). 

Kata dia, dibilang bebas kenyataannya memang begitu, sebab kawasan Tempat Hiburan Malam (THM) Krypton sudah mendapatkan sertifikat khusus jadi legal jualan inex jenis baru dan sudah melakukan koordinasi kepada penegak hukum di Medan. 

"Manajemen Krypton yang banyak uang dan pemilik dari salah satu anggota DPRD Medan itu, sudah mampu menyiapkan uang ratusan juta rupiah kepada penegak hukum yang ada di Medan setiap bulannya. Apalagi setingkat Polsek sudah pasti mendapatkan uang jutaan rupiah setiap bulan. Kalau setingkat Polres mana laku bahkan lebih yang diperoleh setingkat Polres. Jadi perputaran uang untuk jualan inex di Krypton, luar biasa setiap malam weekend bisa dapat untung ratusan juta rupiah, itu jualan narkotika belum lagi miras kelas premium. Pokoknya inex dan miras kelas premium atau anak kampung bilang grade A hanya ada dijual di Krypton Jalan Gajah Mada Medan, bang, " terangnya.  

Di Krypton Jalan Gajah Mada Medan, beli inex bagaikan kacang goreng gak ada sulitnya, waiters dan manajemen Krypton sudah pasti menawarkan inex premium yang digunakan untuk anak sultan. Seperti inex granat hijau dan helfi biru dipatok harga hanya Rp 350 ribu.

 "Gak ada habisnya inex jenis baru di Krypton yang kelas premium. Meski dirazia oleh tim gabungan Polda Sumut dan BNNP Sumut, inex kelas premium gak akan habis. Itu kalau dirazia dua pekan lamanya atau setiap malam razia baru habis dan miskin owner THM Krypton tersebut. Walaupun salah satu owner Krypton ada yang anggota DPRD Medan, pasti tak mampu memberikan subsidi. Kalau mampu tak masalah, Polda Sumut razia lagi, sebab pihak kepolisian paling senang untuk memiskinkan pengelola narkotika di Medan, " tuturnya. 

Padahal sebelumnya dari TKP yang digerebek itu ada 11 pengunjung yang diamankan petugas Polda Sumut positif narkoba, " ucap warga Medan J Yanto. 

Namun, setelah digerebek, manajemen Krypton tidak gentar ditindak lebih keras malahan menantang untuk ditutup. Soalnya untung menjual barang haram di THM tersebut keuntungannya cukup besar dari pengunjung. 

"1 butir inex seperti Granat Hijau maupun Helfi Biru dibandrol Rp 350 ribu. Sedangkan inex yang lain dihargai Rp 300 ribu, " tambahnya. 

Jenis inex baru yang harganya Rp 300 ribu yakni, Heineken, Labubu, Hello Kitty, Red Bull, Trisula, Helfi Dua Warna, Transformer, Rolex Ping, Rolex Kuning, Rolex Hijau, WA dan IG.

Selain itu, tidak goyah sedikitpun melihat manajemen Krypton membuka hiburan malam beroperasi 24 jam tanpa jeda dan melanggar aturan jam operasional dari Pemko Medan dan selalu bisa mengkondisikan semuanya. 

Apalagi berani menantang Polda Sumut, BNNP dan Polrestabes Medan, yang sangat mudah menindak dan menutup tempat hiburan malam yang ada buka 24 jam tanpa jeda tersebut. 

Karena itu, tambahnya, kalau ini juga dibiarkan terus - menerus, selalu warga tidak tinggal diam dan akan melakukan demo ke Polrestabes Medan. 
 "Krypton jangan dikasih kesempatan langsung besar kepala, menjual narkotika bebas. Kalau ini dibiarkan hancur generasi muda di Medan dan sekitarnya, " ujarnya.

Dia juga meminta setiap malam weekend, Polda Sumut melakukan razia malam di Krypton yang buka 24 jam tanpa jeda tersebut. Kata dia, kalau Polsek setempat yang melakukan razia ecek - ecek sudah diatur untuk koordinasi. 

"Polda Sumut yang ambil alih penggerebekannya pasti sangat terasa. Sedangkan untuk warga mendukung penuh untuk menindak segala macam peredaran gelap narkoba di Jalan Gajah Mada Medan tersebut, " terangnya. 

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak sangat komitmen dalam pemberantasan narkotika di tempat hiburan malam.

Sehubungan dengan itu, kalau tidak koperatif manajemen Krypton, siapkan saja sejumlah pasukan terlatih dan mobil patroli mutar -mutar di Jalan Gajah Mada Medan pasti banyak pengunjung balik kanan. 

"Kalau bisa satu mobil pemburu preman Polrestabes Medan parkir saja 100 meter dari Krypton pasti ramai pengunjung itu, " tandas J Yanto.  

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli Yusuf Nugraha ditanyai, mengenai maraknya peredaran pil ekstasi atau inex di Krypton masih enggan memberikan keterangan dan masih irit berbicara. 

Teks photo.
Krypton KTV Jalan Gajah Mada Medan, Jumat (6/2/2026).


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/IR0PQMe
Berita Viral
| February 06, 2026 |

Dhandy Laksono dan Benaya Harobu Soroti Isu Ketidakadilan Sosial dan Demokrasi


Medan. Topinformasi.com
Jurnalis investigatif sekaligus penulis Dhandy Laksono bersama Benaya Harobu hadir dalam kegiatan bedah buku berjudul Reset Indonesia di Serayu Cafe and Space, Jl. Sei Serayu, Medan, Kamis 5/2/2026.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi publik untuk membahas isu-isu sosial, demokrasi, dan keberpihakan pada kelompok rentan yang diangkat dalam buku tersebut.

Dalam pemaparannya, Dhandy Laksono menegaskan bahwa buku ini lahir dari kegelisahan atas berbagai persoalan struktural yang kerap luput dari perhatian publik. Ia menyampaikan bahwa penulisan buku tidak hanya bertujuan mendokumentasikan fakta, tetapi juga mengajak pembaca berpikir kritis terhadap realitas sosial dan politik yang terjadi di sekitar mereka.

“Buku ini mencoba merekam suara-suara yang sering dibungkam dan mengajak pembaca untuk tidak sekadar menjadi penonton,” ujar Dhandy.

Dhandy menegaskan, Reset Indonesia juga memberikan referensi sekaligus pencerahan bagi generasi muda.

“Melalui bedah buku ini, saya berharap masyarakat semakin berani bersikap kritis dan peduli terhadap isu keadilan sosial,” harapnya.

Sementara itu, Benaya Harobu, menjelaskan bahwa proses penulisan buku dilakukan melalui riset panjang dan pendekatan naratif agar isu-isu berat dapat dipahami secara lebih luas oleh masyarakat.

“Literasi kritis menjadi kunci untuk memperkuat partisipasi publik dalam demokrasi,” ucapnya.

Dalam paparannya, Benaya juga menyinggung ketidakadilan dalam dunia pendidikan. Bahkan Benaya sempat menangis saat menyinggung nasib siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang nekat mengakhiri hidup karena orang tuanya tak mampu membelikan buku tulis dan pulpen serta harus membayar uang sekolah sebesar Rp1,2 juta per tahun.

“Bagaimana saya tidak terpukul dengan peritiwa ini. Adik saya harus meregang nyawa akibat ketidakadilan dalam sistem pendidikan. Ini menjadi tamparan keras bagi kita yang mau berpikir jernih,” kecamnya.

Direktur Green Justice Indonesia (GJI), Panut Hadisiswoyo juga tidak kalah seru. Ia mengedepankan isu kerusakan lingkungan yang terus terjadi di sejumlah kawasan di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara, khususnya di kawasan Mandailing Natal (Madina).

“Tanpa keterlibatan masyarakat, kerusakan lingkunga tidak dapat kita hindar. Ekolagi hutan akan terus terancam, alih fungsi lahan terus terjadi dan masyarakat hanya akan menjadi korban bencana alam,” paparnya.

Sementara Direktur Utama Indata Komunika Cemerlang selaku penyelenggara kegiatan, Fika Rahma, menyebutkan bahwa diskusi bedah buku berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga aktivis.

“Sejumlah pertanyaan mengemuka terkait peran media, keberanian bersuara, serta tantangan dalam menyampaikan kebenaran di tengah tekanan kekuasaan,” sebut Fika.

Fika berharap ccara tersebut dapat mendorong ruang-ruang diskusi serupa di berbagai daerah. (Red)


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/NCv3k1K
Berita Viral
| February 06, 2026 |

Satgas Pangan Polda Sumut Bersama Bapanas RI Sidak Pusat Pasar Medan, Pastikan Stok dan Harga Bapokting Aman


TOPINFORMASI.COM
MEDAN – Satgas Pangan Polda Sumatera Utara bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Tim Saber Kota Medan, serta instansi terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok dan barang penting (bapokting), Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB hingga selesai, di Pusat Pasar Medan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Budi Prasetyo, SH., SIK., MH., M.Han, didampingi Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas RI Indra Wijayanto, Wapimwil Bulog Sumut Erwin Budiana, serta pimpinan Bulog Cabang Medan dan jajaran dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan.

Sidak dilakukan dengan menyasar langsung sejumlah toko sembako dan pedagang di Pusat Pasar Medan untuk memastikan harga dan ketersediaan komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, cabai, dan bawang tetap stabil serta sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dari hasil pengecekan di lapangan, harga beras SPHP terpantau berada di kisaran Rp15.400 per kilogram, sementara Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter. Untuk ketersediaan beras SPHP dan Minyakita, stok dinyatakan mencukupi dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Komoditas lain seperti gula, telur, cabai, dan bawang juga masih dijual sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain pengawasan harga, Tim Keamanan Pangan turut melakukan pengujian kualitas bahan pangan menggunakan mobil laboratorium keliling milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Sumatera Utara. Pengujian dilakukan terhadap daging sapi, daging ayam, tomat, dan cabai merah dengan parameter kandungan formalin dan residu pestisida. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan berbahaya pada seluruh komoditas yang diuji, sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

AKBP Budi Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin stabilitas harga, ketersediaan pangan, serta keamanan bahan pangan di pasaran. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

“Dari hasil pengecekan hari ini, tidak ditemukan pelanggaran harga maupun keamanan pangan. Namun, pemantauan akan terus dilakukan secara berkala agar masyarakat merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.

Ke depan, Satgas Pangan Polda Sumut bersama Dinas Ketahanan Pangan dan instansi terkait diharapkan terus melakukan pengawasan intensif guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bapokting, terutama menjelang momen-momen tertentu yang berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat.


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/w1k5iD8
Berita Viral
| February 06, 2026 |

PT. Sawit Abadi Sentosa Kenali Serahkan CSR Kepada Warga Desa Tanjung Gading


Batubara. Topinformasi.com

PT. Sawit Abadi Sentosa yang beroperasi di kawasan Tanjung Mulia, Desa Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, kembali menegaskan komitmennya terhadap masyarakat sekitar dengan menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 150 karung beras.

Bantuan ini diperuntukkan untuk periode Desember 2025 dan Januari 2026, yang diserahkan secara langsung kepada aparat desa pada Jumat 6/02/2026 dan akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
 
Sejak awal memulai aktivitas operasional, perusahaan yang dipimpin oleh Fahrizal tidak pernah menyia-nyiakan peran serta dan tanggung jawabnya terhadap komunitas lokal. Setiap bulan, bantuan beras diberikan secara konsisten – bukan karena adanya paksaan eksternal, melainkan sebagai bentuk pengakuan bahwa keberadaan pabrik memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari warga sekitar, sehingga perusahaan wajib memberikan kontribusi positif sebagai bentuk balasan atas penerimaan masyarakat."ujah Fahrizal.
 
"Kami tidak melihat ini sebagai kegiatan sosial semata. Ini adalah janji kami kepada masyarakat yang telah menerima keberadaan kami di wilayah ini. Kami berkomitmen untuk menjaga hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap langkah operasional perusahaan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan kehidupan bersama," tegas Fahrizal selaku owner PT. Sawit Abadi Sentosa.
 
Bagi warga Desa Tanjung Gading, kedatangan bantuan CSR ini bukanlah hal yang baru, namun selalu menjadi momen yang dinantikan karena memberikan dukungan nyata bagi kesejahteraan keluarga. 

Melalui program CSR yang terstruktur dan berkelanjutan ini, perusahaan ingin membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis tidak boleh berdiri sendiri, harus berdampingan dengan peningkatan kemakmuran masyarakat sekitarnya, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi rumah bersama bagi semua pihak.

Fahrizal juga mengungkapkan bahwa progam ini akan terus dilakukan PT. Sawit Abadi Sentosa. Dan program CSR ini akan berlanjut saat menyambut bulan suci Ramadhan tahun 2026 ini". Harapan kita program ini dapat terus berlanjut", ujarnya. (dr)


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/Lij8XUf
Berita Viral
| February 06, 2026 |

February 05, 2026

Diskusi Publik Reset Indonesia Di Medan Hadirkan Langsung Dandhy Laksono


Medan. Topinformasi.com
Di tengah dinamika sosial dan politik yang sedang menghangat, Indata Komunika Cemerlang akan menyelenggarakan acara bedah buku bertajuk “Menguji Reset Indonesia” karya Dandhy Laksono, Farid Gaban, Yusuf Priambodo dan Benaya Harobu.

Acara ini bertujuan untuk membedah gagasan kritis mengenai transformasi besar yang dibutuhkan Indonesia untuk menghadapi tantangan masa depan.

Acara yang akan diselenggarakan pada Kamis 5 Februari 2026 di Serayu Café and Space ini akan menghadirkan Dandhy Laksono dan Benaya Harobu sendiri sebagai narasumber utama.

Selain itu, hadir juga Ibnu Avena Matondang yang merupakan akademisi sebagai pembanding nantinya. 

Direktur Utama Indata Komunika Cemerlang, Fika Rahma menyampaikan bahwa buku ini merupakan refleksi mendalam atas kondisi bangsa.

“Kita tidak bisa terus berjalan dengan pola lama. Reset Indonesia adalah tawaran untuk memulai kembali dengan fondasi yang lebih kokoh,” tuturnya pada Selasa 3/2/2026

Beberapa poin utama yang akan dibahas dalam acara ini antara lain analisis kritis yaitu mengevaluasi kebijakan publik yang selama ini berjalan. Kemudian visi baru yaitu menawarkan strategi reset di sektor ekonomi, pendidikan, dan hukum. 

Selain itu juga akan dilaksanakan dialog terbuka yang memberikan ruang bagi audiens untuk berinteraksi langsung dengan pemikir-pemikir kritis. 

Acara ini terbuka untuk umum dengan melakukan pendaftaran dengan membeli tiket yang nantinya akan ditukarkan dengan buku Reset Indonesia dan snack. 

“Dengan membeli tiket, peserta sudah mendapatkan langsung buku Reset Indonesia dan snack dalam acara. Melalui diskusi ini, diharapkan lahir diskursus yang konstruktif demi kemajuan Indonesia yang lebih baik,” papar Fika Rahma.

Fika Rahma mengatakan, kegiatan ini berkolaborasi dengan Green Justice Indonesia. “Jadi kita tidak hanya diskusi tentang buku Reset Indonesia, melainkan ada pameran foto bencana dan talkshow bertema Suara Anak Muda dan Krisis Iklim oleh kawan-kawan dari Green Justice Indonesia,” ungkapnya.

Talkshow ini nantinya akan membahas tentang suara anak muda dan krisis iklim, bahwa di penghujung 2025, terjadi bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Korban jiwa lebih dari seribu orang dan seratusan masih hilang. Ribuan desa terdampak dan puluhan yang lenyap. 

Kerugian harta benda tak terkira. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda, tetapi juga memperlihatkan kerentanan wilayah terhadap krisis iklim. 

Degradasi lingkungan, serta lemahnya kesiapsiagaan dan mitigasi berbasis komunitas. Bencana-bencana tersebut menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas yang sedang dan akan terus dihadapi masyarakat. 

Untuk memperluas pemahaman tersebut, diperlukan ruang dialog yang mempertemukan perspektif visual, sains iklim, advokasi lingkungan, serta refleksi kritis melalui literasi publik. 

Talkshow ini menghadirkan narasumber, Prayugo Utama dari Voice of Forest, Nanda Fahriza Batubara sebagai Jurnalis, Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Utara yaitu Wahyu dan Direktur Green Justice Indonesia yaitu Panut Hadisiswoyo.
 
Fika Rahma menjelaskan, acara dimulai sejak pukul 10.00 WIB pagi dengan registrasi peserta kemudian dilanjutkan dengan talkshow Suara Anak Muda dan Krisis Iklim kemudian diskusi mengenai buku Reset Indonesia.

Indata Komunika Cemerlang merupakan perusahaan komunikasi massa yang bergerak di berbagai bidang. Indata Komunika Cemerlang adalah wadah diskusi yang berfokus pada isu-isu sosial dan pembangunan di Indonesia. 

Salah satu tujuan Indata Komunika Cemerlang adalah menjadi penggerak untuk kemajuan bangsa melalui aksi nyata dan program-program yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (dr)


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/A5DOGjN
Berita Viral
| February 05, 2026 |

Aksi Pencurian Semakin Merajalela, Satreskrim Polres Batubara Sibuk Undang Pengusaha UMKM Depot Air Minum Dalam Penyelidikan Dugaan Tindak Pidana


Topinformasi.com _ ‎‎‎Batubara,‎‎Puluhan pengusaha UMKM Depot Air Minum isi ulang di Kabupaten Batubara resah akibat diundang dan diperiksa Satreskrim Polres Batubara dalam penyelidikan dugaan tindak pidana".
‎Salah seorang pengusaha Depot Air Minum isi Ulang yang minta jati dirinya dirahasiakan membenarkan pemanggilan dan pemeriksaan tersebut. 
‎"Pada surat disebut undangan, namun terhadap saya dilakukan pemeriksaan oleh Juru Periksa Unit 2 Satreskrim Polres Batubara ‎dan diminta membawa dokumen terkait serta dokumen pendukung lainnya yang berhubungan dengan dugaan Tindak Pidana/perkara tersebut dan seluruh surat/dokumen yang menyangkut usaha Depot Air Minum," ucap seorang pengusaha UMKM Depot air isi ulang, Kamis 5/2/2026.
Masih menurutnya, terhadap dirinya dilakukan penyelidikan terhadap dugaan Tindak Pidana karena kelalaiannya menggunakan Sumber Daya Air untuk kebutuhan usaha tanpa izin sesuai dengan Pasal 73 huruf (b) Jo Pasal 49 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air Jo UU RI No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 62 ayat (1) UU RI Nomor 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang diduga dilakukan oleh pelaku usaha Depot Air Minum AQ Water.

‎Disebutkannya, selain dirinya setidaknya puluhan pengusaha serupa juga telah diperiksa di Unit 2 Satreskrim Polres Batubara.

‎"Kami jadi resah menjalankan usaha. Padahal usaha ini cuma usaha kecil-kecilan dengan omzet paling 20 galon per hari. Kalau disuruh mengurus ijin lengkap, dari mana kami peroleh dananya," tanyanya.
‎Menanggapi keluhan pengusaha UMKM Depot Air Minum isi ulang ini, Ketua PD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Batubara Darmansyah menyesalkan sikap Satreskrim Polres Batubara yang langsung menyebutkan dalam undangan masalah dugaan pidana.
‎"Mereka itu pengusaha kecil, seharusnya kepolisian mengundang mereka untuk menerima sosialisasi peraturan terkait Depot Air Minum. Ini baru namanya pembinaan," tegas Darmansyah.
‎Ia mengingatkan bila Polres Batubara ingin mengulik masalah penggunaan Air Bawah Tanah, (ABT) apa dilakukan juga pemanggilan ke pengusaha-pengusaha besar seperti perkebunan, batching plant, water park serta perhotelan dan industri.
‎"Apa pengusaha-pengusaha besar tersebut telah dipanggil," ujar Darmansyah.
‎Masih menurut Darmansyah, sangat banyak kasus-kasus baik kriminal seperti curanmor, begal, pembunuhan serta percabulan terhadap anak maupun kasus narkoba yang belum terungkap. "Kenapa bukan kasus-kasus tersebut yang diprioritaskan," ketusnya. (Red)


from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/OvFZQR4
Berita Viral
| February 05, 2026 |

Waduh!Sengketa Memanas Di Padang Sari ,Kapolres Asahan Hanya Minta Dilaporkan Tanpa Penjagaan

 
TOPINFORMASI.COM
Asahan, 6 Februari 2026 - Sengketa lahan seluas 366 hektar di Desa Padang Sari, Kecamatan Tinggi Raja, semakin memanas setelah terjadi adu fisik antara masyarakat yang mengaku sebagai pemilik tanah dengan ratusan kelompok yang diduga merupakan orang suruhan PT. Perkebunan BSP.
 
Dalam kurun waktu tiga hari terakhir, pihak yang diduga dari PT. BSP diklaim melakukan perusakan dan pemanenan sawit di lahan yang menjadi objek sengketa. Masyarakat yang diwakili oleh keluarga Aliwaris menyatakan bahwa lahan tersebut berada dalam kepemilikan keluarga Manurung sejak tahun 1934 berdasarkan Surat Keterangan Tanah (SKT), sementara pihak perusahaan mengklaim memiliki Hak Guna Usaha (HGU) yang diduga sudah tidak berlaku.
 
Penyebab kemarahan masyarakat semakin bertambah setelah tercatat tidak ada petugas kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi saat bentrokan terjadi. Ketika awak media melaporkan situasi mencekam tersebut kepada Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani SH.S.IK.MH melalui WhatsApp, pihak kapolres justru menyuruh untuk membuat laporan resmi. Hal ini membuat masyarakat dan awak media menduga bahwa Polres Asahan tidak mengutamakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) serta tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
 
Sampai saat ini situasi di lokasi masih memanas, dengan dugaan adanya unsur ketidakberesan dan dukungan antara pihak pengusaha dengan aparatur penegak hukum. (Red)
 
 
 



from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/IKG2VTH
Berita Viral
| February 05, 2026 |
Back to Top