Dia diringkus saat sedang bersama keluarganya. Petugas yang melakukan penangkapan juga dibantu oleh kepala lingkungan dan petugas keamanan kompleks perumahan di sana."Jadi memang kita ikuti sejak Sabtu sore. Saat penangkapan juga dilakukan negoisasi agar tidak dilakukan di depan anaknya,"beber Parada.
Parada menjelaskan terpidana yang tercatat sebagai warga Jalan Semarang kelurahan Pasar Baru Kecamatan Medan Kota, Medan, Sumatra Utara, itu dinyatakan bersalah karena telah menggelabui rekan bisnisnya dalam pengelolaan hotel. Shallom mengajak Halim (korban, red) menanamkan modal untuk operasional Hotel Sirao senilai Rp2.555.619.045,-. Namun belakangan hasil penggelolaan tidak pernah dibagi hingga dilaporkan ke Polrestabes Medan pada 2008.
Selama proses persidangan terdakwa dituntut empat tahun dan kemudian diputus oleh Ketua Majelis Hakim PN Medan, selama Dua Tahun Penjara pada 16 Maret 2009. "Namun saat di tingkat banding pelaku dibebaskan dengan putusan "onslag van alles rechtsvervolging" atau ada perbuatan tapi bukan tindak pidana. Namun ditingkat kasasi MA menguatkan putusan pengadilan yang menghukum Shallom selama dua tahun pada 7 Juli 2010,"beber Parada.
Namun setelah putusan MA, ini pihak Kejari Medan melakukan pemanggilan kepada terpidana akan tetapi terus berusaha menghindar dengan cara berpindah tempat."Saat ini pelaku sudah kita boyong ke Lapas Tanjung Gusta Medan untuk menjalani sisa masa hukumannya,"tutup Parada
from TOPINFORMASI.COM https://ift.tt/2YT4Plp
Berita Viral

No comments:
Post a Comment