MOKI, Sumenep - Warga pulau Gili Raja, Dusun Bilakaramat, Desa Banbaru, Kecamatan Gili genting, Sumenep, Madura, Jawa Timur kecewa dengan Pemerintahan desa yang terkesan memberiakan ambruknya jembatan.
Bambang Supratman kordinator front Pejuang Masyarakat Sumenep (FPMS) yang juga putra daerah desa setempat menyanyangkan kepala Desa Banbaru yang terkesan membiarkan jembatan ambruk kurang lebih selama tiga tahun.
Padahal dana desa yang di keberikan pemerintah cukup besar.
"Dialokasikan kemana Dana Desa, apalagi selain DD desa Banbaru juga mendapatkan bantuan dana CSR dari MEGAS, tapi di duga tidak jelas peruntukannya," kata Bambang, Jum"at (26/10).
Menurutnya, kucuran dana pemerintah lewat ADD dan DD cukup besar di gelontorkan, namon masyarakat kurang menikmati. Terbukti jembatan yang berukuran lebar 4 m dan panjang 3 meter ambruk sampai saat ini belum ada perbaikan.
"Warga menginginkan jembatan di lalukan perbaikan dan di anggarakan pada dana DD atau ADD," cetusnya.
Lanjut Bambang, apalagi sekarang mendekati musim hujan yang aliran airnya sangat deras, akan kemungkinan terjadinya luapan air kelahan pertanian masyarakat, karena air akan tersumbat.
"Warga setempat memilih swadaya untuk memperbaiki jembatan tersebut dengan alat seadanya (pake kayu ukuran 1 meter di tata) Ini demi kelancaran transportasi," tambahnya.
Sementara Kades Banbaru Suciyati mengapreseasi warga yang peduli memperbaiki jembatan yang ambruk.
"Saya berterimah kasih kepada warga yang peduli memperbaiki jembatan yang ambruk," ucapnya melalui telfon selulernya.
Menurutnya, jembatan yang ambruk bukan hanya di dusun Bilakaramat, tapi ada tiga jembatan yang akan di perbaiki pemerintah desa di tahun 2019.
"Hasil musyawarah desa, ada tiga jembatan yang akan di perbaiki, itu sudah di anggarkan tahun 2019," kilahnya.
Lanjut dia, Pemerintah desa akan membangun infastruktur dengan bertahap, tidak mungkin pembangunan di desa diselesaikan dalam satu tahun.
"Kami akan menyelesaikan pembangun di desa secara bertahap," tutupnya.(sar)
Bambang Supratman kordinator front Pejuang Masyarakat Sumenep (FPMS) yang juga putra daerah desa setempat menyanyangkan kepala Desa Banbaru yang terkesan membiarkan jembatan ambruk kurang lebih selama tiga tahun.
Padahal dana desa yang di keberikan pemerintah cukup besar.
"Dialokasikan kemana Dana Desa, apalagi selain DD desa Banbaru juga mendapatkan bantuan dana CSR dari MEGAS, tapi di duga tidak jelas peruntukannya," kata Bambang, Jum"at (26/10).
Menurutnya, kucuran dana pemerintah lewat ADD dan DD cukup besar di gelontorkan, namon masyarakat kurang menikmati. Terbukti jembatan yang berukuran lebar 4 m dan panjang 3 meter ambruk sampai saat ini belum ada perbaikan.
"Warga menginginkan jembatan di lalukan perbaikan dan di anggarakan pada dana DD atau ADD," cetusnya.
Lanjut Bambang, apalagi sekarang mendekati musim hujan yang aliran airnya sangat deras, akan kemungkinan terjadinya luapan air kelahan pertanian masyarakat, karena air akan tersumbat.
"Warga setempat memilih swadaya untuk memperbaiki jembatan tersebut dengan alat seadanya (pake kayu ukuran 1 meter di tata) Ini demi kelancaran transportasi," tambahnya.
Sementara Kades Banbaru Suciyati mengapreseasi warga yang peduli memperbaiki jembatan yang ambruk.
"Saya berterimah kasih kepada warga yang peduli memperbaiki jembatan yang ambruk," ucapnya melalui telfon selulernya.
Menurutnya, jembatan yang ambruk bukan hanya di dusun Bilakaramat, tapi ada tiga jembatan yang akan di perbaiki pemerintah desa di tahun 2019.
"Hasil musyawarah desa, ada tiga jembatan yang akan di perbaiki, itu sudah di anggarkan tahun 2019," kilahnya.
Lanjut dia, Pemerintah desa akan membangun infastruktur dengan bertahap, tidak mungkin pembangunan di desa diselesaikan dalam satu tahun.
"Kami akan menyelesaikan pembangun di desa secara bertahap," tutupnya.(sar)
from KabarInvestigasi I Portal Of Investigation https://ift.tt/2O5EdUE
Berita Viral

No comments:
Post a Comment